Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Tugas ke-3 Soft skill Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar

A.   Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan             Sastra (Sanskerta: शास्त्र , shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.             Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.             Selain itu dalam arti kesusastraan, ...

Tugas ke-2 Soft skill Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar

Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan. Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam. Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru. Sejarah Tari Merak dan Keunikannya              Tari Merak merupakan salah satu ragam tarian kreasi baru yang mengekspresikan kehidupan binatang, yaitu burung merak. Tata cara dan geraknya diambil dari kehidupan merak yang diangkat ke pentas oleh Seniman Sunda Raden Tjetje Somantri pada tahun 1950. Raden Tjetje Somantri adalah seorang pelopor Tari Kreasi Jawa Barat yang juga merupakan seorang yang mendirikan Badan Kebudayaan Djawa Barat (BKDB) dan Badan Kebudayaan Indonesia (BKI). Raden T...